Filosofi Rumah Limas di Indonesia

Filosofi Rumah Limas di Indonesia – Diketahui bahwa Indonesia memiliki beragam budaya, salah satunya tercermin dalam rumah tradisional. Bukan hanya rumah tradisional, tetapi setiap provinsi di Indonesia memiliki rumah tradisional yang berbeda. Beberapa dari mereka memiliki filosofi dan makna mereka sendiri, termasuk rumah limas di Sumatra selatan. Namun sayangnya, rumah yang gambarnya pernah muncul di 10 ribu rupiah tersbut sudah mulai langka.

Makna Rumah Limas di Indonesia

  • Rumah Limas di Museum Negeri Sumatera Selatan

Salah satu rumah limas yang dapat Anda kunjungi berada di dalam kawasan Museum Negeri Sumatera Selatan. Rumah ini telah dibangun sejak 1830 dan telah berpindah berkali-kali ke beberapa tempat sebelum akhirnya berhenti di museum. Pengunjung memiliki kesempatan untuk mengelilingi isi rumah limas dan mengambil foto dengan pakaian tradisional setempat.

  • Atap unik milik rumah piramida

Salah satu yang menarik di rumah Limas adalah desain langit-langit yang dihiasi dengan ornamen – ornamen bentuk simbar. Simbar ini tidak berfungsi sebagai dekorasi saja, tetapi juga bisa sebagai penangkal petir.

Setiap rumah memiliki jumlah simbar yang berbeda – beda. Dua simbar melambangkan Adam dan Hawa, tiga simbar melambangkan matahari – bulan – bintang, empat simbalr melambangkan sahabat nabi, sedangkan lima simbar melambangkan pilar-pilar Islam.

  • Rumah limas dibuat menghadap ke timur dan barat

Rumah Limas biasanya dibuat menghadap timur dan barat. Pilihan arah menuju rumah tradisional Limas didasarkan pada filosofi yang dikembangkan di masyarakat. Timur berarti Matoari Edop, tempat matahari muncul dan melambangkan awal kehidupan manusia. Sedangkan bagian barat berarti Matoari Mati, tempat matahari terbenam dan melambangkan akhir kehidupan.

  • Rumah limas sering dikenal sebagai rumah panggung

Rumah limas sering dikenal sebagai rumah panggung karena bagian bawahnya kosong. Bagian bawah ini umumnya digunakan untuk berkumpul sebagai ruang keluarga, untuk kegiatan rumah tangga. Untuk mendaki halaman rumah piramida, ada tangga di kanan dan di kiri gedung.

  • Rumah limas terdiri dari 5 tingkat.

Setiap level di rumah limas memiliki fungsi yang berbeda. Tingkat pertama atau pagar tenggalung adalah ruang terbuka yang digunakan untuk menerima tamu selama upacara tradisional.

Level kedua atau jogan adalah area khusus untuk pria. Di tingkat ketiga atau kekijing, lantainya sedikit lebih tinggi dan memiliki dinding. Tingkat ketiga ini digunakan untuk menerima tamu selama upacara tradisional.

Tingkat keempat di rumah piramida umumnya digunakan untuk menerima tamu yang lebih tua, serta kerabat dekat yang dihormati seperti dapunto dan datuk. Sedangkan level kelima atau gegajah digunakan untuk menerima tamu kehormatan dan menjadi aula pernikahan. Di sini ada beberapa kamar seperti Pangkeng, Amben Tetuo dan Danamben.

Rumah limas ini memiliki kamar dengan level berbedada dari banyak ruangan, tetapi fungsinya bukan untuk membedakan kasta dari penghuni rumah tetapi untuk menunjukkan bahwa ada keluarga besar yang tinggal di sini.

  • Ukiran dan furnitur di rumah piramida.

Sebagai penampung dan penanda garis keturunan rumah piramida, mereka menggunakan simbol atau batu nisan yang terdiri dari Raden / Masagus, Kemas dan Kiagus. Untuk ukiran ada motif guci, kerang dan naga. Beberapa dari mereka dipengaruhi oleh budaya Cina yang bercampur di Sumatra selatan.

Sementara furnitur yang digunakan di rumah piramida biasanya dibuat dengan kayu jati dan trembesi. Saat berada di kamar tidur, Anda dapat menemukan kain bermotif dengan ujung di kasur dan bantal.

Sekarang Anda tahu fakta dan makna yang ada di rumah piramida. Jadi kapan Anda ingin mengunjungi piramida yang menakjubkan ini secara langsung?

Artikel Terkait